Wakil Menteri ATR/BPN Kunjungi Beranda Negara di Nunukan

agraria
Vinkmag ad

Lensaku.ID – Sebagai salah satu beranda negara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang terdiri dari 21 Kecamatan ini mempunyai beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sarawak maupun negara bagian Sabah, Malaysia. Dengan tapal batas meliputi batas darat, laut dan kawasan perairan lainnya, Nunukan punya masalah agraria.

Dengan tapal batas yang ada, tak ayal Kabupaten Nunukan senantiasa dihadapkan dengan dinamika permasalahan, salah satunya masalah kepemilikan tanah.  Untuk itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) melakukan kunjungan ke Kabupaten Nunukan. Ini sebagai tanda kehadiran negara dalam memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Nunukan dalam menyelesaikan permasalahan pertanahan yang ada.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk mewakili pemerintah pusat, kami ingin mendengar secara langsung lebih detail persoalannya seperti apa. Karena Presiden Joko Widodo sangat concern soal penyelesaian konflik agraria. Di beberapa rapat terbatas di Istana Negara, Presiden pimpin rapat internal dan secara langsung memerintahkan agar dibereskan secepat-cepatnya,” ujar Surya Tjandra di Nunukan, Selasa, (23/03/2021).

Lebih lanjut Surya Tjandra mengatakan, dalam menyelesaikan permasalahan pertanahan khususnya di tapal batas negara tentunya membutuhkan waktu. Untuk itu, Ia mengimbau kepada semua pihak terkait untuk bisa menahan diri dan tidak mengambil tindakan-tindakan yang dapat memperumit situasi.

“Secara berbarengan, kita juga terus mencari metode strategi yang lebih tepat dalam penyelesaian konflik agraria yang lebih sistematis, karena Presiden berharap dengan penyelesaian konflik agraria dapat menjadi pintu masuk untuk perubahan yang lebih besar,” ujarnya.

Secara umum, Wamen ATR/Waka BPN mengungkapkan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Nunukan dan di beberapa daerah di Indonesia merupakan ketimpangan kepemilikan tanah. Hal ini lah yang menjadi alasan Presiden memasukkan program Reforma Agraria menjadi Nawacita Presiden untuk menemukan keseimbangan yang tepat.

“Ini adalah persoalan yang krusial dalam isu penyediaan tanah. Jadi kehadiran negara dalam urusan agraria ada empat hal yaitu pemanfaatan, penggunaan, pemeliharaan dan penyediaan,” kata Surya Tjandra.

Dalam pelaksanaanya, Reforma Agraria yang merupakan program strategis nasional tentunya harus didukung penuh oleh seluruh kementerian/lembaga karena bagian dari visi Presiden. Untuk itu, Wamen ATR/Waka BPN berharap implementasi dari Reforma Agraria dapat dilakukan secara bersama dengan para pemangku kepentingan dalam menyediakan ruang yang lebih luas supaya masyarakat dapat memiliki akses yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan.

“Rencana juga ke depan kita akan bantu Kabupaten Nunukan untuk membereskan perbatasan, melalui program-program unggulan di Kementerian ATR/BPN seperti PTSL dan Redistribusi Tanah yang sudah menjadi rutinitas di BPN. Tapi dalam rutinitas rupanya kita butuh juga kreativitas dan barangkali kita bisa menghasilkan inovasi baru untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Surya Tjandra.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid mengatakan dari semua permasalahan yang ada di Kabupaten Nunukan, Ia percaya bahwa pemerintah pusat telah memberikan perhatian khusus. Maka dari itu, Bupati Nunukan sangat mengapresiasi atas langkah taktis yang diambil Kementerian ATR/BPN untuk turun ke wilayah Kabupaten Nunukan.

“Menjadi harapan kami juga dengan adanya kunjungan ini menjadi titik terang kepastian hukum atas permasalahan kepemilikan tanah yang ada sehingga cita-cita Presiden Jokowi dalam Reforma Agraria sebagai program prioritas nasional dapat terwujud secara utuh di Kabupaten Nunukan,” tutur Asmin Laura Hafid. (LS/RE)

Read Previous

Hari Jadi dan Lambang Provinsi Kaltara jadi Perhatian Serius Gubernur dan Wagub

Read Next

Tim Pengawasan Orang Asing di Kaltara Terbentuk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *