Catatan Singkat Syarifatul, Ucapan dan Permohonan Maaf

Tanjung Redeb- Lensaku.id. Syarifatul Sadiah menulis catatan akhir pekan di laman Facebook-nya pada Minggu (19/7) berisi tentang perjalanan dirinya menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Berau yang harus berakhir lantaran Surat Keputusan (SK) tidak menyebutkan namanya.

Namun demikian, sebagai kader yang memiliki jiwa besar dan taat terhadap ketetapan organisasi, Sari -sapaan akrabnya- tetap legowo dengan kondisi yang terjadi.

Meski Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar di awal masa penjaringan telah memberi surat tugas pada dirinya melakukan komunikasi ke beberapa partai politik (parpol), namun alhasil, rekom tidak didapatkannya.

Hal itu dinilainya dari pertimbangan yang matang dan untuk kebaikan partai berlambang beringin.

“Bagi saya, siapapun yang mendapat rekomendasi dari DPP tentu melalui segala pertimbangan yang matang dan keputusan jelas untuk kebaikan partai Golkar,” pungkasnya.

Menurutnya, selama membangun komunikasi politik menjelang pesta demokrasi, banyak hal dirasakannya seperti menyita hati dan fikiran, pernak pernik kebahagiaan, kekecewaan dan sedikit ketegangan.

“Tapi inilah bagian dalam seni berdemokrasi,” lanjut Wakil Ketua I DPRD Berau tersebut.

Sebagai catatan, hal itu menjadi pengalaman berharga dalam selama dirinya berkarir di organisasi. Beda pendapat dan dukungan, tidak bisa dijustifikasi sebagai bentuk permusuhan. Sebab, perbedaan adalah bentuk anugrah yang setiap waktunya selalu ada.

“Jangan melihat bahwa yang berbeda adalah lawan yang mesti dimusuhi karena intinya kita masih 1 keluarga. Kita rajut kembali kebersamaan ya guys,” ujarnya.

Meski sedikit terlambat, dirinya berucap selamat kepada Seri Marawiah-Agus Tantomo yang mengemban amanah partai menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati Berau pada perhelatan politik tingkat daerah mendatang.

Sementara itu, kepada pasangan kandidat yang sejak lama mengusung dirinya dengan jargon Muharram-Syarifatul (MURI), kepadanya dan para relawan, permohonan maaf dalam diri disampaikan lantaran tidak bisa mendampingi Bupati Berau tersebut menuju perhelatan politik akhir tahun.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena keputusan tersebut saya tidak bisa melanjutkan MURI,” terangnya.

“Terimakasih atas kebersamaannya selama ini. Meski beda perahu, silaturahmi yang baik sesama manusia dan sesama sahabat semoga tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.

Dirinya meminta agar masyarakat Bumi Batiwakkal positif thinking atas keputusan tersebut, lantaran telah menjadi takdir sang maha kuasa, kedepan tentu akan ada hal yg lebih baik.

Selain itu dalam internal nya sendiri, apresiasi setinggi-tingginya diberikan pada relawan yang berada di barisan perjuangan, baik pakde Toni, Pandawa Centre dan Salam Satu Jiwa Arema serta lainnya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

“Jangan galau, jangan sedih, saya tetap sayang dengan kalian. Love you semua tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Mohon maaf belum bisa memenuhi apa yang kalian inginkan,” pungkasnya.

“Saya masih mengedepankan etika berpartai dari pada yang lainnya. Sesuai komitmen awal saya yang ingin diusung partai sendiri. Walaupun sebenarnya kenyataan di lapangan politik itu dinamis dan orang lebih memilih figur ketimbang partai,” lanjutnya.

Tak mau berlarut-larut lagi, kini dirinya menyeru masyarakat Bumi Batiwakkal guna menyambut pesta demokrasi dengan tetap mengedepankan sopan santun dan etika. Lantaran banyak terjadi HOAX, dirinya meminta agar masyarakat tidak terlibat pada hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Semua yang maju adalah orang-orang pilihan, dan siapapun yang terpilih kelak itulah putra-putri terbaik Berau,” tutupnya. (*/sgp).

Read Previous

Siap Pilkada, Partisipasi Pemilih Ditarget Diatas 71 Persen

Read Next

Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kampung Birang Tutup Jalan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular