Musrenbang Kecamatan Teluk Bayur, Camat Ajukan Usulan Ini

Vinkmag ad

BERAU, LENSAKU – Mengawali Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perdana di tahun 2022, Bupati Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis menghadiri secara langsung kegiatan tersebut di Pendopo Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (18/2/2022).

Musrenbang tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) M. Ghazali, Ketua DPRD Madri Pani, Kepala Baplitbang Nanang Bakran, dan sejumlah OPD dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai upaya mencegah meningkatkan penyebaran virus Corona di Bumi Batiwakkal.

Camat Teluk Bayur, Endang, mengatakan memprioritaskan pembuatan siring di danau depan Eks Kantor Kecamatan menggunakan dana CSR dan memberikan sedikit space buat para UMKM.

“Kami ingin danau didepan Eks Kantor Kecamatan Teluk Bayur tersebut disiring daripada digunakan hanya untuk mencuci kendaraan saja. Saya harap dari dana CSR bisa mengakomodir, dan disitu nanti akan ada gazebo serta space sedikit untuk UMKM,” Ujar Endang.

Perlu diketahui, Kecamatan Teluk Bayur juga menjangkau empat kampung yakni Tumbit Melayu, Labanan Makmur, Labanan Jaya, dan Labanan Makarti. Maka dari itu Endang mengakui membutuhkan unit mobil operasional.

“Teluk Bayur ini kan menjangkau empat kampung tetapi mobil operasional belum ada sama sekali dan untuk pegawai juga masih kurang,” Tuturnya.

Kemudian, dirinya juga mengatakan akan memperindah kawasan Kelurahan Rinding karena merupakan jalan utama pengunjung datang dan pergi dari Bandar Udara Kalimarau Kabupaten Berau.

“Kami ingin mempercantik kawasan Rinding, itukan jalan utama namun terkesan kumuh karena banyak penjual yang tak tertata. Jadi, akan kami tata kembali agar pengunjung yang datang dan pergi dari Bandara merasa senang,” Ungkap Endang.

Terakhir, dirinya juga berpesan kepada warga setempat agar aktif menggelar Kerja Bakti untuk mencegah terjadinya banjir karena kebanyakan penyebab banjir ialah penumpukan sampah serta tanah di Drainase.

Baca juga:  Bawa Pulang 10 Emas, Kukar Juara Umum Cabor Panahan

“Drainase banyak memang dan sering terjadi banjir. Hal itu bukan karena drainasenya saja namun kesadaran warganya berkerja bakti juga masih kurang. Karena jika kita lihat secara langsung drainase itu tersumbat sampah dan tanah, kalau lebih sering digali fungsinya pasti bisa maksimal,” Tutup Endang. (Dez)

Read Previous

Pemkab Berau Gelar Konsultasi Publik RKPD Tahun 2023

Read Next

Kasus Covid-19 Meningkat, Dinkes Akan Buka Kembali RSD Cantika Swara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *