• Minggu, 21 April 2024

UMKM di Penajam Paser Utara Terima BLT Terdampak Inflasi

SAMARINDA, LENSAKU – Sebanyak 1.250 palaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan langsung tunai program terdampak inflasi yang berlangsung di Halaman Kantor Bank KaltimTara Cabang Kabupaten PPU, Senin (26/12/2022).

Penyerahan BLT terdampak inflasi diserah langung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU, Hamdam dan didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) Kuncoro, jajaran Inspektorat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), perwakilan Dinas Perindagkop Provinsi Kaltim dan perwakilan Kejaksaan Negeri Samarinda.

Dalam penyerahan BLT tersebut, Plt Bupati PPU, Hamdam menyampaikan mengenai penyaluran bantuan UMKM yang terdampak inflasi sangat dibutuhkan dan harus tepat sasaran. Sehingga masyarakat yang terdampak dapat merasakan bantuan ini, serta pemerintah Kabupaten PPU menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Kaltim karena bantuan kepada masyarakat di Kabupaten PPU dapat terlaksana dan diterima secara langsung.

“BLT ini harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin semoga membantu usaha masyarakat ditengah kondisi dampak inflasi dan pelaku usaha dapat semakin mengembangkan usahanya dari bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah Provinsi Kaltim bersama Pemda Kabupaten PPU” ucapnya

la juga menerangkan di tengah lahirnya kebijakan pemerintah pusat yang telah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tentunya terdapat sejumlah persoalan baru, pasalnya dengan kenaikan harga BBM ini. Memicu naiknya harga barang-barang Iain, yang mana kelompok masyarakat menengah kebawah dan para pelaku usaha mikro yang paling merasakan dampak dari kenaikan inflasi dan harga BBM.

Lebih lanjut, Hamdam mengatakan selain bantuan sosial langsung tunai dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Daerah Kabupaten PPU juga diwajibkan untuk menganggarkan program perlindungan sosial melalui belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022. Sehingga melalui KUKMPERINDAG Kabupaten PPU berupa bantuan inflasi pelaku usaha mikro (BIPUM) kepada 5.400 (lima ribu empat ratus) orang di empat Kecamatan se Kabupaten PPU.

“Program bantuan yang diberikan pemerintah ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, kembangkan usaha yang ada dan jangan dibelanjakan dengan barang konsumtif karena bantuan ini ditujukan untuk mengembangkan usaha para masyarakat dibidang UMKM,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMPERINDAG, Kuncoro juga mengatakan bantuan langsung tunai yang diterima para masyarakat program terdampak inflasi kepada UMKM ini diberikan secara langsung melalu Bank Kaltimtara selama tiga hari kedepan sejak tanggal 26 hingga 28 Desember 2022. Bantuan diberikan sebesar Rp.600.00-, ini diberikan dihari pertama sebanyak 500 ratus penerima, dihari kedua sebanyak 500 penerima dan dihari ketiga sebanyak 250 penerima BLT.

“Bantuan yang diberikan pemerintah ini dilakukan dalam rangka membantu pembiayaan masyarakat dibidang UMKM khususnya terdampak inflasi melalui program yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemda Kabupaten PPU dengan program bantuan sebelumnya, hingga yang dilaksanakan hari ini dengan harapan UMKM yang menerima BLT dapat mengembangkan usahanya,” tutupnya (rdk)

Read Previous

Mulai 2023, Pemerintah Tegas Larang Truk ODOL Air Minum di Jalan

Read Next

Presiden Jokowi: PPKM dicabut, Bansos Terus Berlanjut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular