• Jumat, 19 Juli 2024

Kawasan IKN Sering Banjir Tahunan Sejak Dulu

PPU, LENSAKU.ID – Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pusat Ibukota Nusantara (IKN), kerap dilanda banjir tahunan. Selain curah hujan yang tinggi, daerah aliran sungai (DAS) yang sudah lama tidak dinormalisasi diduga menjadi penyebab kawasan IKN sering banjir.

“Jadi banjirnya sudah lama, bukan karena ada IKN lalu tiba-tiba ada banjir,” kata Sekretaris Camat Sepaku, Kamis (23/3/23), Hendro Susilo seperti dilansir KaltimToday.

Ia mengatakan, penahan banjir dibuat hanya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Melakukan evakuasi bencana dan membantu warga yang terkena dampak banjir. Selain itu, pelaksanaan penanggulangan banjir belum optimal karena keterbatasan anggaran.

“Sepaku banjir minimal setahun sekali, pengendalian banjir sebelum IKN menggunakan dana desa, jadi tidak maksimal,” ujarnya.

Jika Sepaku menjadi kawasan inti IKN, diyakini pengendalian banjir bisa di lingkungan itu lebih maksimal. Hal ini terlihat dari program penanggulangan banjir yang dilaksanakan Kementerian PUPR dan lembaga IKN.

“Saat IKN ini ada, penanganan banjir lebih gencar dan serius serta masif,” lanjut Hendro. Wilayah Sepaku dan Desa Pemalua diketahui dilanda banjir pada Jumat (17/3/23). Hal ini disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi dan kegagalan sistem perlindungan banjir yang sedang dibangun.

Air yang tergenang ini sebagian besar mengalir ke dataran banjir penduduk, yang biasa terjadi di masa lalu.

Namun banjir yang melanda kawasan IKN Nusantara tidak berlangsung lama dan cepat surut berkat kerjasama seluruh stakeholder seperti BPBD Penajam Paser Utara, Koramil, Polisi, Camat, Kelurahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan stakeholder lainnya. Perumahan Rakyat dan Otoritas Ibukota Nusantara (OIKN),

Penyebab banjir di wilayah tersebut diselidiki oleh pemerintah melalui lembaga IKN dan Kementerian PUPR.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menyelesaikan rencana penanganan banjir jangka pendek, menengah, dan panjang. Beberapa program telah dirintis, yakni pembangunan embung pelindung, tambak, pembangunan infrastruktur penahan banjir di badan air (DAS). Seperti DAS Sangai, Sepaku, Semoi dan Pemaluan.

Selain itu DTA Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi juga berperan penting dalam memprediksi banjir di kawasan IKN khususnya di kawasan Sepaku.

Read Previous

Penggemar BTS Minta Hyundai Cabut dari Kaltara

Read Next

Dirut Raih Best CEO Digital Technology & Innovation Award 2023,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular