• Rabu, 24 April 2024

9 Makanan Khas Berau yang Wajib Dinikmati

Lensaku.ID – Berau merupakan kawasan dengan sejuta keindahan alam. Kekayaan budaya dan kulinernya tidak begitu menarik. Ada banyak makanan khas Berau di Kalimantan Timur yang wajib kamu coba. Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang berdiri sekitar abad ke-14. Penguasa pertama bernama Baddit Dipattung dan bernama Aji Raden Surya Nata Kesuma. Berikut beberapa rekomendasi kuliner khas Berau Kalimantan Timur untuk dinikmati saat berkunjung.

1. Bubur Ancur Paddas
Mendengar namanya, kita sudah bisa menyimpulkan bahwa makanan ini adalah bubur pedas. Bubur Ancur Paddas merupakan sajian yang selalu hadir dalam upacara adat di Kampung Sei, Berau.
Terbuat dari nasi bakar yang dimasak dengan berbagai bumbu, bubur ini memiliki rasa pedas yang menarik. Bubur Ancur Paddas saat ini sulit ditemukan. Ini adalah kesempatan berharga untuk menikmati hidangan ini.

2. Tehe-Tehe
Tehe-tehe adalah salah satu kuliner khas Berau. Di dapur ini, cangkang bulu babi digunakan sebagai wadah. Makanannya sendiri terbuat dari daging bulu babi dan beras ketan putih. Kuliner ini bisa ditemukan di Pulau Derawan di Berau.
Selama ini kita tahu bahwa bulu babi berbahaya karena durinya. Namun di sini, bulu babi bisa diolah menjadi makanan lezat. Sajian kuliner ini cocok dinikmati dengan nasi panas.

3. Rangai
Rangai adalah jajanan khas Berau yang paling khas. Rasanya begitu nyata sehingga setiap orang yang pernah mencicipinya pasti setuju bahwa makanan ini sangat enak. Rangai terbuat dari beras ketan yang disangrai dan ditumbuk. Kemudian tambahkan gula dan serpihan kelapa. Setelah adonan tercampur, lalu ditekan dan digoreng dengan api sedang. Kotak Rangai Oval. Seiring waktu, pilihannya kini berbeda. Makanan ini merupakan salah satu oleh-oleh paling populer dari daerah Berau.

4. Kue Sarang Semut
Kue Sarang Semut merupakan makanan Berauer dengan bentuk yang unik. Lapisan coklat ini memiliki rongga seperti sarang semut.
Dengan bahan dasar karamel, kue ini memiliki rasa manis dan lengket serta tekstur yang lembut.

5. Tumpi udang
Tumpi udang biasanya disajikan sebagai hidangan utama di pesta pernikahan. Makanan khas Berau ini terbuat dari kepala kepiting yang digiling dengan kelapa parut dan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih dan kunyit. Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi bentuk bulat dan siap untuk dipanggang. Udang Tumpi memiliki rasa yang sangat lezat dan membuat ketagihan. Hidangan ini terasa lebih enak jika disantap dengan nasi panas dan sambal.

6. Pia Berau
Pia Berau terbuat dari bahan dan pemanis alami. Tersedia dalam rasa klasik seperti kacang hijau, ubi dan nanas hingga rasa modern seperti keju dan coklat. Rasa Pia Berau sangat lezat. Satu kotak Pia Berau biasanya berisi 12 kue yang harganya sekitar Rp 35.000.

7. Kue Puncak Rasul

Kue puncak rasul biasanya dihias dengan warna-warna cerah seperti kuning, merah dan putih. Warna-warna tersebut memiliki nilai filosofis tersendiri.
Suku Berau melambangkan warna putih sebagai sosok Nabi Muhammad yang menjadi panutan yang baik bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Warna kuning pada kue melambangkan keluarga kerajaan Berau sedangkan warna merah melambangkan abdi dalem seperti menteri dan pengawal kerajaan yang mengayomi masyarakat. Kue ini juga merupakan simbol tatanan sosial yang harmonis.

8. Udang Singgang
Keunikan dari sajian kuliner ini adalah cara memasaknya yang sederhana sehingga menghasilkan cita rasa masakan yang lezat. Proses memasak dimulai dengan mengolesi udang dengan perasan jeruk nipis. Setelah udang didiamkan selama 10 menit dan dicuci bersih dimasak dengan santan dan bumbu seperti serai dan lengkuas. Perpaduan bumbu dan santan asin, udang singgang menjadi salah satu makanan khas Berau yang tak boleh dilewatkan.

9. Buah Elai

Jika Anda pecinta durian, buah Elai adalah rekomendasi yang tepat untuk Anda. Buah yang hanya tumbuh di wilayah Kalimantan ini umumnya bentuknya mirip durian. Bedanya, daging buah Elai berwarna oranye. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut juga memuaskan orang yang memakannya.

Read Previous

Anggota DPRD Tana Tidung Mulai Pertanyakan Dasar Pemkab Membangun PUSPEM

Read Next

Penjualan Galon Bebas BPA terus Tumbuh dan Jadi Tren

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular