• Sabtu, 25 Mei 2024

Ketua Komisi I DPRD Berau: Corona bisa Menjadi Isu Menarik Adu Gagasan Calon

Tanjung Redeb- Lensaku.id. Menjelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Berau, penyebaran virus corona masih tetap berlangsung. Meskipun nantinya Pilkada akan tetap digelar ditengah pandemi, namun Covid-19 ini bisa menjadi isu adu gagasan yang sangat menarik bagi para Calon.

Pasalnya, Pilkada ditengah pandemi dapat membuat petahana dan semua pihak bekerja keras menurunkan angka penularan Corona.

Hal ini pun diutarakan oleh Ketua Komisi I DPRD Berau Feri Kombong saat ditemui Lensaku.id pada Jumat (12/6) siang di sekretariat DPRD Berau.

Ia menuturkan wabah Covid-19 bisa menjadi ajang perdebatan bagi petahana dan Calon kontestan di pesta demokrasi mendatang.

“Menjelang Pilkada 2020 yang akan berlangsung, tentu isu adu gagasan Covid-19 calon kontestan akan menjadi isu yang sangat menarik dan diperdebatkan,” ucapnya pada awak media.

Dimana petahana dan Calon kontestan Pilkada 2020, berpeluang untuk menunjukkan taring dengan solusi untuk recana program dalam pengentasan masalah Corona.

“Jadi setiap calon memiliki ide-ide, atau program kebijakan kedepan sehingga adu gagasan akan terjadi,” ucapnya.

Sehingga masyarakat harus menelaah dan mensiasati kondisi di era new normal saat ini, dan bisa mengawal program-program yang tepat dimasa yang akan datang oleh para calon lanjutnya.

Di Berau, petahana dalam hal ini ialah Muharram yang masih menjabat di akhir periodenya. Secara sikap, ia telah menyatakan diri bersedia untuk maju kedua kalinya pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Bersama partai koalisi pendukung, Bupati Berau itu tidak akan maju sendirian dan berhadapan dengan kotak kosong.

Pasalnya, pasangan politik Pilkada tahun sebelumnya yakni Agus Tantomo selaku Wakil Bupati Berau, secara takdir akan berpisah dengannya dan menjadi pesaing dalam perebutan kursi kepemerintahan.

Meski KPU Berau belum secara resmi mengumumkan nama-nama yang terdaftar sebagai kandidat Pilkada 2020 dikarenakan adanya Covid-19 dan PKPU belum diterbitkan, namun Feri -sebutan akrabnya- meyakini bahwa perhelatan politik 5 tahunan itu pasti diikuti oleh beberapa Calon. Sehingga tantangan dan peluang bagi petahana dalam hal legitimasi politik pasti ada.

“Tentu hal ini bisa jadi kendala dan bisa juga jadi peluang tergantung pada isu yang bermain,” ujarnya.

Feri sendiri menilai, sejauh Corona berlangsung petahana sudah banyak memberikan kebijakan untuk masyarakat.

“Artinya dengan program yang telah dilakukan bisa menjadi nilai positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun bila kebalikannya, maka nilai negatif akan didapatkan dan secara tidak langsung kebijakan yang diambil bisa dikatakan belum menimbulkan kebermanfaatan bagi masyarakat Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- secara menyeluruh.

Bila demikian, lanjut Feri, keadaan itu bisa menjadi kuntungan bagi bagi lawan politik mencari celah dalam pelaksanaan Pilkada nanti, besar kemungkinan tahapan dalam penyelenggaraan akan berlangsung menggunakan via Digital. Hal itu karena harus mentaati protokol kesehatan pada Covid-19 untuk tidak ada keterlibatan secara fisik. Sehingga KPU dan Bawaslu memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam mermuskan Pilkada tahun 2020.

Feri mengingatkan bahwa persoalan tahun politik biasa rawan akan money politic. Dan tak jarang ditengah masyarakat money politic budaya. Hal ini dikarenakan pengalaman dari beberapa Pilkada dan Pemilu di tahun-tahun sebelumnya tentang pengawasan politik uang yang tidak mudah.

Ia pun berharap agar pesta demokarasi di akhir tahun tidak menghilangkan esensi dari kualitas Pilkada. Serta masyarakat harus cerdas dalam memilih, dengan mempertimbangkan kualitas, program kerja, serta visi n misi calon yang akan bertarung untuk kemajuan Berau kedepan.

Read Previous

Adakan 5 Ribu Alat Rapid Test

Read Next

Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Disdik Gunakan Daring

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular