Pemenuhan Hak Pendidikan Anak, Disdik Gunakan Daring

Tanjung Redeb – Lensaku.id. Kepala Dinas Pendidikan Berau Murjani saat ditemui oleh awak media pada Jumat (12/6) siang di kantornya menuturkan, dalam pemenuhan hak pendidikan bagi anak, sejauh ini telah dilakukan sistem daring. Melalui guru-guru sekolah, kegiatan non fisik sudah berjalan selama bulan Maret-Juni 2020. Meski demikian, ia mengakui adanya kekhawatiran terhadap anak putus sekolah di masa pandemi Covid-19.

“Sementara ini berjalan saja 3 bulan ini melalui daring,” ucapnya pada Lensaku.id

Kendati belum ada guru kunjung untuk mendatangi rumah siswa, sistem daring dirasa paling efektif olehnya untuk saat ini. Namun sayang, pihaknya belum bisa menyediakan fasilitas internet bagi peserta didik. Meski begitu, evaluasi sistem daring, ternyata menimbulkan beberapa kendala. Salah satunya, belum ada fasilitas website di sekolah untuk akses orang tua murid selama aktivitas KBM serta spot internet belum menjamah ke semua wilayah di Berau. Padahal penyediaan informasi belajar harus dilakukan, jam belajar disesuaikan dengan dukungan askses internet dan guru kunjung untuk anak diperlukan.

“Kendala yang dihadapi masalah perangkat, karena sistem pengajaran kedepan menggunakan online, jadi perangkat seperti website dibutuhkan di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Kemudian masalah spot juga menjadi persoalan. Karena tidak semua wilayah di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau- sudah terjangkau akses internet,lanjutnya. Bila pandemi global berkepanjangan, tentu bisa menjadi permasalahan penting bagi sekolah di wilayah pinggiran. Hingga mendekati tahun ajaran baru dibuka, siswa-siswa bisa jadi lebih lama lagi di rumah. Hal ini dikarenakan Disdik Berau masih menunggu intruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk kelanjutan proses KBM.

“Entah nantinya tetap menggunakan sistem online, atau masuk seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan, yang jelas sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari pusat,” ujarnya.

Terkait masalah putus sekolah bagi peserta didik, ia menjawab kemungkinan besar pasti ada.

“Pasti ada dan timbul dari rasa jenuh karena sudah lama dirumah, namun tidak bisa dipaksakan sekolah dibuka karena demi kebaikan guru dan dirinya sendiri,”ungkapnya. (*/sgp).

Read Previous

Ketua Komisi I DPRD Berau: Corona bisa Menjadi Isu Menarik Adu Gagasan Calon

Read Next

Petugas KPU Bulungan Datangi Rumah – Rumah Warga, Ada Apa Ya ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular