• Minggu, 26 Mei 2024

Tenaga Pendamping Professional Kabupaten Berau Gelar Rakor

BERAU – Lensaku, TPP P3MD Berau menggelar rapat koordinasi di ruang Kolam Pemancingan Keluarga pada Kamis, (16/12/2021).

Rapat Koordinasi yang dilaksanakan rutin disetiap bulannya ini bertujuan untuk mengevaluasi dana desa yang telah disalurkan digunakan untuk apa dan apa yang sudah dicapai dari penggunaan dana tersebut.

“Rapat Pendamping Desa ini memang kita agendakan tiap bulan dan melibatkan 12 kecamatan yang ada di Berau dengan tujuan mengevaluasi sudah sampai mana progress yang ada,” Ujar Muhammad Idris Selaku Koordinator TPP P3MBD Kabupaten Berau.

Dana APBN yang disalurkan juga bertahap – tahap, lalu semua kampung sudah tersalurkan dan menjadi laporan kepada kementerian pedesaan secara perminggu.

Namun sebelum melaporkan pencapaian ke Kementerian Pedesaan, para Tenaga Pendamping Professional tersebut melakukan validasi terlebih dahulu terhadap realiasi penggunaan dana desa yang telah digunakan.

“Kami melakukan validasi bahwa dana APBN yang diberikan sudah berproses berapa persen dan penyerapannya sudah sampai mana,” Lanjut Idris.

Dengan adanya Pendamping Desa ini tugasnya adalah mengawal implementasi undang-undang desa yang bercakup Perencanaan, Pelaksaan Kegiatan, dan Pelaporan.

Pada saat pandemi seperti sekarang dana kegiatan desa tersebut sudah disalurkan oleh Kementerian Pedesaan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan juga diserahkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Adapun pemakaian dana desa sebesar 8% yang diperuntukkan PPKM Mikro.

“Pada saat kasus melonjak kemarin kami juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan kami serahkan kepada keluarga penerima manfaat dengan tujuan membantu para masyarakat yang terdampak covid ini,” Ucap Idris.

Lalu untuk total para Tenaga Pendamping Professional Kabupaten Berau berjumlah 36 orang namun dengan jumlah personel tersebut masih belum ideal dan dibutuhkan lagi sejumlah 14 orang.

Terakhir, untuk capaian selama setahun ini dana APBN tahap 1 telah tersalurkan 100% lalu APBN tahap 2 sudah tersalurkan 99% karena sisa 1 kampung yang belum disalurkan dan yang terakhir APBN tahap 3 tersisa 6 kampung lagi yang belum tersalurkan.

“Kemungkinan ada keterlambatan pengajuan dana APBN karena tanggal 10 desember kemarin sudah terakhir pengajuan, dan informasi yang kami terima ditanggal 20 desember nanti sudah terakhir pencairan dana APBN namun dana tersebut bisa turun apabila sudah mencapai 99%,” Tutup Idris. (Dez)

Read Previous

Bupati Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pentas Seni Dan Serbaguna

Read Next

Pertanian Lahan Kering Mendominasi, Namun Belum Bisa Diandalkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular