Luapan Sungai Segah Rendam 6 Kampung Permukiman

Vinkmag ad

BERAU, Lensaku – Banjir akibat luapan Sungai Segah merendam kampung permukiman warga pada Kamis (16/12/2021) pagi. Ketinggian air mencapai 1,5 meter, bahkan ada beberapa titik permukiman yang mencapai 2,5 meter.

Camat Segah, Noor Alam, menyampaikan ada 6 kampung di Kecamatan Segah yang terendam air akibat luapan Sungai Segah sejak subuh tadi. Diantaranya, Siduung Indah, Punan Malinau, Tepian Buah, Gunung Sari, Long Laai, dan Long Ayan.

“Ada 1 kampung yang paling parah, yaitu Gunung Sari. Untuk permukiman yang datarannya rendah itu genangan air mencapai 2,5 meter. Namun, untuk dataran tinggi itu tidak terlalu dalam genangan air dan mobilitas warga mengungsi di tempat tersebut,” tutur Noor Alam.

Sedangkan untuk beberapa kampung lainnya, Noor Alam mengatakan genangan air rata-rata mencapai 1 – 1,5 meter. Total sebanyak lebih dari 50 rumah yang terendam air.

Luapan air diduga terjadi karena adanya curah hujan yang tinggi di wilayah hulu. Sehingga, memicu timbulnya kiriman air ke beberapa wilayah kampung yang memiliki kontur tanah yang rendah.

Kondisi terkini, ada beberapa kampung yang masih terendam air luapan ini, diantaranya Tepian Buah dan Gunung Sari. Sementara, untuk beberapa kampung lainnya genangan air sudah mulai menyurut.

“Tentunya, kami semua berharap tidak terjadi hujan yang lebat lagi karena air di Sungai Segah saat ini masih tinggi, sehingga ada kemungkinan akan dipicu lagi naiknya genangan air,” harap Noor Alam.

Untuk sementara, warga yang terdampak banjir diungsikan ke beberapa wilayah kampung yang memiliki kontur dataran tinggi dan tidak terdampak luapan air. Pihak Kecamatan Segah pemerintahan kampung, dan perangkat daerah juga telah mendirikan beberapa posko sebagai tempat pengungsian warga sementara.

Baca juga:  Kukar dan Samarinda Sabet Emas di Cabor Panjat Tebing Nomor Perorangan

“Para warga ada yang mengungsi ke rumah keluarganya masing-masing yang tidak terdampak banjir. Selain itu, ada juga bantuan dari pihak BPBD, PDAM Tirta Segah, Kapolsek Segah, dan beberapa perusahaan. Bantuan yang diberikan berupa logistik dan sembako,” tambah Noor Alam.

Arnold, salah satu warga Tepian Buah yang rumahnya ikut tergenang air, mengaku, saat ini dirinya mengungsi di rumah keluarganya yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi rumahnya. Arnold, mengatakan kondisi air yang saat ini telah mulai menyurut, membuat pihak warga berharap untuk adanya bantuan alat bersih dari berbagai pihak.

“Pasca banjir ini sebenarnya yang kami harapkan selain bahan pokok, adalah adanya suplai alat bersih, seperti karbol, alat kebersihan, sabun dan sebagainya. Dikarenakan luapan sungai ini kan menyebabkan lumpur naik, jadi itu juga perlu,” ujar Arnold.

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau langsung bergegas menuju ke titik lokasi banjir. Sebanyak 3 unit mobil evakuasi warga dan 1 unit perahu karet diturunkan ke lokasi titik banjir.

Selain itu, pihak BPBD juga menurunkan 8 orang personil dari TRC untuk ikut serta membantu evakuasi korban. Kepala Seksi Logistik, Datu Hasbi, mengatakan, sampai saat ini BPBD terus memantau di lokasi kampung yang terdampak banjir.

“Sejak pagi tadi, kami sudah turun ke lokasi dan langsung bertindak evakuasi masyarakat. Kami masih memantau di lokasi kejadian untuk melihat genangan air yang masih merendam di berbagai kampung,” ujar Datu Hasbi.

Laporan dari BPBD Berau, seluruh warga yang terdampak banjir telah berhasil di evakuasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini.

Bantuan dari BPBD telah diserahkan kepada pihak kecamatan berupa bahan pangan, seperti beras, minyak, gula, dan teh untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. Pihak BPBD pun turut mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan dari stake holder.

Baca juga:  Tinjau Beberapa Cabor, Wabup Berikan Apresiasi kepada Atlet Berau

“Luapan banjir ini bukan banjir tahunan, melainkan karena memang curah hujan yang tinggi di wilayah hulu, yakni di Long Laai. Pastinya, kepada madsarakat untuk menghindari wilayah-wilayah tepi sungai yang tidak ada pembatasnya agar tidak hanyut,” tandas Datu Hasbi.

Read Previous

Pertanian Lahan Kering Mendominasi, Namun Belum Bisa Diandalkan

Read Next

Bupati Berau Resmikan Gedung Sekretariat Paguyuban Pasundan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *