DPD RI Kunjungi Museum Batiwakkal Gunung Tabur

BERAU, LENSAKU – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattaliti, sowan ke Keraton Gunung Tabur, Jumat (14/01/2022). Dalam kunjungan ini, LaNyalla menyatakan keinginannya agar DPD RI bisa bersinergi dengan Keraton dan Kerajaan Nusantara.

LaNyalla hadir bersama rombongan senator lainnya, yaitu Hj. Yani Wage Sulistyowati selaku Sekjen MAKN, 4 orang perwakilan DPD RI Dapil Kalimantan Timur, 1 orang perwakilan DPD RI Dapil Aceh, 1 orang perwakilan DPD Dapil Lampung, 1 orang perwakilan DPD Dapil Sulawesi Selatan dan perwakilan dari Staf – Staf yang hadir.

Baca juga:  Kaltara Fokus Pembangunan Ekonomi Hijau

Rombongan diterima Sultan Gunung Tabur PYM. H. Adji Bachrul Hadie, SH.MBA dan Wakil Bupati Berau H. Gamalis, SE. Lengkap dengan para pengageng keraton.

Menurut LaNyalla, sinergi DPD serta keraton dan kerajaan nusantara dibutuhkan sebagai penguatan dan reposisi peran Keraton dan Kerajaan Nusantara dalam membangun keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami sangat komitmen dalam hal itu. Dan wujud nyata dari komitmen DPD RI adalah kegiatan kunjungan kerja kami ke beberapa keraton dan kerajaan di nusantara, salah satunya sekarang ini ke Keraton Gunung Tabur,” jelasnya.

Baca juga:  Wagub Kaltara Tinjau Persiapan MAFest 2K23

Dijelaskannya, komitmen DPD RI terhadap keraton dan kerajaan nusantara akan ditunjukkan melalui rencana pertemuan Raja dan Sultan se-Nusantara. Hal tersebut akan dimanfaatkan DPD untuk menyerap aspirasi raja-raja dan sultan-sultan.

“Kegiatan tersebut harus dimanfaatkan untuk menyuarakan kepentingan dan eksistensi Kerajaan Nusantara sebagai bagian dari penguat dan pengikat nilai kebudayaan dan sejarah kelahiran Indonesia,” tutur mantan Ketua Umum PSSI itu.

Baca juga:  Ketua Umum TP-PKK Kunjungi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan

Sementara Keraton Gunung Tabur, yang diwakilkan PYM. H. Adji Bachrul Hadie, SH. MBA berusaha terus melestarikan kebudayaan, baik dalam tradisi-tradisi, ritual dan pemeliharaan fisik cagar budaya.

Menurutnya, Keraton bukan hanya onggokan bangunan kuno tetapi merupakan hasil perjalanan panjang negeri ini. (Dez)

Bagikan: