Tinjau Ulang Pengelolaan Pulau Balembangan, Bupati : Jangan Sampai Ada Penjarahan Telur Penyu

Vinkmag ad

BERAU, LENSAKU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar pertemuan secara virtual dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim dan BPSPL Pontianak serta Yayasan Penyu Berau (YPI) di Ruang Rapat Virtual Diskominfo pada Rabu (6/4).

Dalam agenda tersebut, Pemkab Berau mengajukan peninjauan ulang perjanjian kerjasama antara BPSPL Pontianak dengan Yayasan Penyu Indonesia (YPI) tentang perlindungan penyu dan habitatnya yang berada di pulau-pulau kecil dan diperairan sekitar Kabupaten Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan bahwa Pemkab Berau memiliki kewenangan dalam mengelola Pulau Balembangan dengan tetap memperhatikan seluruh habitat-habitat yang terdapat di dalamnya. Perlu diketahui, setelah berakhirnya perjanjian kerja sama dengan YPI pada tahun 2020 lalu, pulau dengan luas 22 hektare tersebut tidak ada yang mengawasi.

“Terkait hal itu, kami berharap pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bekerja sama dengan masyarakat setempat. Dimana ini diharapkan bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi,” tutur Sri.

Terakhir, saat ini sudah ada organisasi yang bernama Maratua Peduli Penyu (Malipe) yang mengelola sesuai dengan Surat Keputusan Bupati pada tanggal 6 Januari 2022.

“Pengelolaan itu guna mencegah hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai ada penjarahan telur penyu. Nantinya bisa dikembangkan dari sisi pariwisata dengan konsep konservasi dan wisata alam terbatas yang dapat memberikan pemasokan kepada masyarakat,” tutupnya. (Dez)

Baca juga:  Pasca Tragedi Kanjuruhan, Polres Berau Gelar Salat Gaib

Read Previous

Ini Hasil Rakor Pengelolaan dan Pemanfaatan DBH-DR Yang Digelar Pemkab Berau

Read Next

BMKG Prediksikan Kabupaten Berau Masih Bakal Diguyur Hujan Lebat Sebagai Imbas Dari La Nina Lemah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *