Jelang Lebaran, 13.800 Kendaraan Diprediksi Lintasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

Vinkmag ad

BALIKPAPAN, LENSAKU – Lampu hijau yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2022 diprediksi akan berdampak dengan peningkatan arus lalu lintas. Termasuk akvititas pengendara yang melintas di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda, Nanang Siswanto, menuturkan ada sekitar 6 ribu kendaraan yang melintas setiap harinya. Lalu, ia memperkirakan peningkatan akan terjadi H-2 mudik dengan jumlah sekitar 13.800 kendaraan yang akan melintas di Jalan Tol sepanjang 97,27 Kilometer tersebut.

“Dari hasil pantauan kami di lapangan, setiap harinya jumlah kendaraan yang melintas sekitar 6 ribuan. Sementara untuk arus balik kami prediksi terjadi di H+5 dengan jumlah 11 ribu kendaraan,“ tuturnya, Sabtu (30/4).

Dengan adanya potensi lonjakan tersebut, untuk mengantisipasi hal itu Jasa Marga Balikpapan-Samarida semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Kami siapkan pelayanan lalu lintas, kami siapkan kendaraan berupa kendaraan patroli, derek, ambulance, serta pemenuhan terhadap jumlah petugas,“ paparnya.

Jika terjadi peningkatan, disampaikan Nanang, ada dua titik yang rawan terjadi kemacetan seperti di kawasan Palaran, Samarinda dan Manggar, Balikpapan. Dua daerah tersebut adalah penyambung antara jalan tol dengan jalan umum. Tetapi pihak Jasa Marga sudah mendirikan posko untuk mengantisipasi hal itu.

Adapun empat titik posko yang disiapkan yakni di pintu Manggar, Rest Area KM 36A dan KM 36B serta Palaran. Di dalam posko tersebut juga sudah dilengkapi dengan mobil ambulance serta tim medis.

“Jika terjadi hal-hal yang bersifat sangat darurat, kami sudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit terdekat untuk menanganinya,“ terangnya.

Sementara itu, di sepanjang Jalan Tol itu juga terdapat daerah blank spot atau tidak terakomodir jaringan. Disebutkan Nanang, kurang lebih ada lima titik. Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya sudah meminta tim patroli untuk menanbahkan intensitas patrolinya.

Baca juga:  Operasi Zebra 2022 Bakal Digelar Oktober, Ada 7 Sasaran Prioritas

“Kalau ada pengendara yang mendapat permasalahan di titik blankspot itu bisa cepat kami tangani,“ ujarnya.

Disisi lain penyebab kemacetan juga bisa terjadi karena pengendara yang kurang memperhatikan kecukupan saldo E-Toll yang digunakannya. Nanang memberikan imbauan untuk memperhatikan isian saldo.

“Kalau saldo E-Toll nya habis itu mengisinya di gerbang tol. Jangan sampai di gerbang itu baru sadar, sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan,“ imbuhnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan penambahan saldo top up juga ketersediaan e-Toll. Kurang lebih disetiap gerbang tol disiapkan 500 kartu.

Dirinya juga menjamin pelayanan konstruksi menjadi perhatian. Termasuk dengan teknisi jalan tol serta pemeliharaannya. Juga tim inspeksi secara rutin, kemudian tim pemeliharaan turut disiagakan jika terdapat jalan rusak sehingga akan langsung dilakukan perbaikan.

“Jadi kami sudah siapkan tim untuk memperhatikan kondisi jalan tol Balikpapan-Samarinda, jika ada kerusakan maka langsung kami perbaiki,“ kata Nanang menyudahi. (Dez)

Read Previous

Ketua DPRD Berau Dukung Pelarangan Ekspor Hasil Sawit, Madri : Namun Dengan Catatan

Read Next

Penumpang Klotok di Pelabuhan Penajam Dalam Sehari Mencapai Ribuan Orang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *