Ziarah Nasional, Bupati Sri Juniarsih Menangis di Pusara Mantan Bupati Muharram

BERAU, LENSAKU – Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77 tahun harus dimaknai secara mendalam. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkannya. Dibutuhkan pengorbanan mulai dari gagasan, tenaga, bahkan raga sekalipun.

Begitu pula dengan para pahlawan yang telah berjuang di daerah. Dedikasi yang besar demi membagikan arti kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan hingga wilayah terpencil butuh pengorbanan yang besar. Perjuangan mereka harus tetap berada dalam memori perjalanan bangsa.

Termasuk meraka yang berasal dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Untuk mengingat perjuangannya, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Berau pun turut menggelar ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Wijaya Kesuma, Tanjung Redeb, pada Rabu (17/8).

Baca juga:  Deklarasi Pemilu Damai Anti Hoaks, Sinergitas POLRI - TNI Dan MEDIA

Prosesi ziarah dipimpin oleh Kapolres Berau, AKBP Sindhu Brahmarya. Turut dihadiri oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih; Wakil Bupati Berau, Gamalis; Ketua DPRD Berau, Madri Pani; Pemangku Adar Kesultanan Gunung Tabur; Pemangku Adat Kesultanan Sambaliung; Dandim 0902/BRU, Letkol (Inf) Dony Fatra; serta pejabat daerah lainnya.

Kapolres Berau menyampaikan bahwa ziarah nasional ini merupakan penghormatan untuk menghargai para tokoh yang sudah tiada. “Mengheningkan cipta mulai,” ucapnya.

Baca juga:  Bupati Bulungan Terima Hibah Ventilator

Para peziarah pun mulai memanjatkan Doa kepada mereka yang telah gugur. Prosesi berjalan dengan khidmat. Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penaburan bunga. Tampak para pejabat menghampiri pusara para pejuang Berau itu satu per satu.

Pada saat itu juga, Bupati Berau, Sri Juniarsih, terlihat berkaca-kaca. Tampak dirinya mulai mengeluarkan air mata saat menaburkan bunga di hadapan pusara suaminya yang tidak lain merupakan Mantan Bupati Berau Periode 2016-2020, Muharram.

Tidak ada kata-kata yang terucap dari wanita pertama yang menjabat sebagai kepala daerah di Bumi Batiwakkal itu. Hanya doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk ketenangan suaminya.

Baca juga:  Mewujudkan Sarana Ibadah yang Nyaman Melalui Pembangunan Gereja Betesda

Perlu diketahui, Mantan Bupati Berau, Muharram, menghembuskan nafas terakhirnya saat masih menjabat sebagai kepala daerah. Tokoh Berau yang menjadi inisiator terbentuknya program SIGAP di setiap kampung itu, berpulang ke sisi-Nya pada 22 September 2020 lalu.

Setelah itu, bersama Wakil Bupati Berau, Sri Juniarsih melanjutkan penaburan bunga di hadapan pusara pahlawan lainnya. (*/CTN)

Bagikan:

[the_ad id="15053"]
[the_ad id="15055"]
[the_ad id="15594"]