• Rabu, 24 April 2024

HUT Kelurahan Gunung Panjang, Jangan Hanya Seremoni Masih Banyak Potensi Yang Harus Dikembangkan

BERAU, LENSAKU – Momentum spesial untuk Kelurahan Gunung Panjang. Di usianya yang ke-17 tahun, kelurahan yang menjadi ring 1 dari sektor pertambangan dan galian C itu sukses menggelar rangkaian acara seremoni yang menjadi motor kebangkitan pelayanan prima.

Berbagai kegiatan pun diselenggarakan dengan semarak. Mulai dari lomba hingga beberapa acara seremoni lain yang turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah hingga para petinggi korporasi. Ucapan dan apresiasi pun turut meramaikan hari jadi kelurahan yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Redeb itu.

Adapun diantara para pejabat daerah yang hadir, salah satunya adalah Bupati Berau, Sri Juniarsih. Yang mendukung jalannya acara itu mulai dari pembukaan pada beberapa hari lalu hingga penutupan acara yang digelar tepat pada hari ini, Senin (22/8).

Pada kegiatan tersebut, dirinya turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi untuk Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Gunung Panjang ke-17 tahun. Dengan disertai, beberapa pesan dan harapan untuk masa depan kelurahan yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 12.349 jiwa itu.

Dikatakannya, Kelurahan Gunung Panjang merupakan kelurahan yang potensial dengan kekayaan sumber daya alam yang bersumber dari pertambangan dan galian. Disamping itu, kelurahan tersebut juga memiliki wilayah administratif yang luas sehingga dapat dikembangkan agenda-agenda pembangunan di masa yang akan datang.

“Gunakan kesempatan dan potensi itu untuk membangun sumber daya manusia (SDM) serta membangkitkan ekonomi masyarakat yang ada di kelurahan ini,” tuturnya, saat memberikan sambutan di Kantor Kelurahan Gunung Panjang, Tanjung Redeb.

Sri juga mengajak seluruh jajaran stakeholder dan masyarakat Gunung Panjang untuk bahu-membahu tidak menutup mata terhadap pengembangan potensi tersebut demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat bersama. Mulai dari ekonomi, sosial kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

“Sehingga, perlu dipelajari bersama bahwa peringatan hari jadi itu bukan hanya acara seremoni belaka. Tetapi, harus kita jadikan sebagai evaluasi bagi semua kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan,” ucapnya.

“Agar kedepannya kita senantiasa melihat apabila ada peningkatan, maka harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi. Namun, bila ada kekurangan, maka haruslah dikoreksi dan menjadi evaluasi secara bersama,” tambahnya.

Sebagaimana menjadi tema hari jadi Kelurahan Gunung Panjang, yakni “Momentum Gunung Panjang Bangkit Menuju Pelayanan Prima”. Bupati Sri Juniarsih pun berharap dengan bertambahnya usia kelurahan itu, pelayanan prima semakin ditingkatkan dan dievaluasi secara bersama.

“Sesuai dengan visi dan misi Pemkab Berau, yaitu Kabupaten Berau yang maju dan sejahtera dengan sumber daya manusia yang handal untuk transformasi ekonomi dalam peningkatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara, Lurah Gunung Panjang, Sabaruddin mengatakan, bahwa jajaran aparatur pemerintahan Kelurahan Gunung Panjang, pada dasarnya memiliki komitmen untuk mewujudkan pelayanan prima yang maksimal. Mulai dari program bakti sosial dimana selalu dilakukan setiap bulan berupa sembako untuk masyarakat serta komitmen untuk memberantas stunting.

Sabaruddin juga mengaku, tatkala wilayahnya menjadi ring 1 berbagai perusahaan di sektor pertambangan, kehadiran korporasi itu nyatanya sangat membantu dalam memaksimalkan pelayanan di kelurahan yang tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Berau itu.

“Ada beberapa program sosial masyarakat dari perusahaan yang bersifat per kegiatan maupun bersifat tahunan. Seperti pada rangkaian kegiatan hari jadi ini ada peran serta dari perusahaan. Selain itu, ada juga corporate social responsibility (CSR) untuk pembangunan fasilitas pada kelurahan ini,” katanya.

Meskipun begitu, ada beberapa usulan yang menjadi prioriras utama di kelurahan itu, yakni sistem zonasi untuk pemenuhan pendidikan bagi para remaja. Sabaruddin pun meminta kepada Pemkab Berau untuk dibangunkan gedung sekolah di kelurahan itu.

“Karena kami masih beketergantungan pada sistem zonasi di tempat yang bukan wilayah administratif kami, sehingga itulah yang menjadi kesulitan kami untuk memaksimalkan pelayanan di bidang pendidikan,” pungkasnya. (*/CTN)

Read Previous

PN Tanjung Selor Jajaki Kerja Sama Pelayanan Bersama Pemkab Bulungan

Read Next

Pemkab Berau Soroti Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Bakal Menghadap Kementerian Perhubungan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular