Penutupan Jembatan Sambaliung Dijadwalkan Minggu Ketiga Bulan September, Bupati Minta Pihak Ketiga Terlibat

BERAU, LENSAKU – Jembatan Sambaliung dijadwalkan tutup pada minggu ketiga Bulan September 2022. Untuk persiapannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta keterlibatan pihak ketiga dalam menyediakan alternatif penyeberangan.

Asisten 2 Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setkab Berau, Agus Wahyudi mengatakan, penjadwalan itu berdasarkan konfirmasi dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Cabang Kalimantan Timur.

“Iya, itu langsung dari kepala bidangnya. Memang sudah dijadwalkan pada minggu ketiga Bulan September. Kalaupun meleset paling tidak jauh dari jadwal itu,” tuturnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengalihan Jembatan Sambaliung di Gedung Balai Mufakat, Tanjung Redeb, pada Rabu (7/9).

Baca juga:  Kejurprov Sepak Takraw 2023, Gubernur Kaltara Ucapkan Selamat Bertanding

Dirinya pun menerangkan, untuk dapat memulai agenda tersebut, antisipasi dan alternatif penyeberangan harus diselesaikan segera mungkin. Mengingat, waktu yang sudah memasuki awal Bulan September 2022.

“Jembatan itu bakal ditutup selama 3 bulan. Karenanya, kami harus segera siapkan unit untuk alternatif penyeberangannya,” terangnya.

Direncanakan, sebagai alternatif penyeberangan, Pemkab Berau bakal menyediakan moda transportasi berupa Landing Craft Tank (LCT) sebanyak 2 unit pada titik lokasi di sekitar Limunjan, Kelurahan Sambaliung dan Singkuang, Kelurahan Gunung Panjang.

Baca juga:  Ketua Umum TP-PKK Kunjungi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan

Dalam memenuhi persiapan itu, pihaknya perlu melibatkan pihak perusahaan sebagai pihak ketiga. Bahkan, jauh dari rapat persiapan sebelumnya, setiap badan usaha sudah diingatkan agar dapat ikut serta demi memenuhi stabilitas kebutuhan masyarakat saat Jembatan Sambaliung ditutup.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang hadir pada rapat itu, kembali mengingatkan pihak perusahaan. Yang mana secara langsung dirinya meminta komitmen dari pihak perusahaan agar terlibat dalam penyediaan unit LCT sebagai alternatif penyeberangan sementara.

“Karena kalau tidak sampai terkondisi persiapan LCT itu, maka perbaikan jembatan tidak bisa dimulai. Sehingga, mohon pengertian dan partisipasinya karena kondisi jembatan yang memang sudah waktunya diperbaiki,” imbuhnya.

Baca juga:  Wagub Kaltara Tinjau Persiapan MAFest 2K23

Bupati wanita pertama di Berau itu juga mengimbau kepada para perusahaan untuk tidak berpikir transaksional dengan pemerintah daerah dalam menyiasati waktu penutupan jembatan tiba.

“Karena kami tidak pernah mengetahui kalau kondisinya seperti ini, kalau seandainya kami mengetahui tentu akan kami anggarkan dari jauh hari. Kalau sekarang sudah tidak bisa dianggarkan dalam waktu dekat karena memang tidak ada dalam batang tubuh APBD,” pungkasnya. (*/CTN)

Bagikan: