• Sabtu, 20 April 2024

Pertamina EP Bunyu Field Tanam 1.000 Bibit Mangrove, Cegah Abrasi Pantai dan Kurangi Emisi Karbon,

PULAU BUNYU – KALIMANTAN UTARA – PT Pertamina EP Bunyu Field melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Sungai Lumpur. Kegiatan ini berlangsung melalui salah satu CSR perusahaan bertajuk Program Mangrove Bunyu Lestari (Bestari).

Kegiatan penanaman dihadiri oleh Camat Bunyu, Kepala Desa Bunyu Barat, Danposal Bunyu, Kapolsek Bunyu, Danramil Bunyu, KUPP Syahbandar Bunyu, dan warga sekitar RT 001 dan RT 002 Desa Bunyu Barat pada 3 Maret lalu.

Senior Manager PEP Bunyu Field Andry Sehang menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove merupakan wujud komitmen PEP Bunyu Field dalam memelihara kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Program Mangrove Bestari menjadi langkah strategis perusahaan dalam memberikan dukungan terhadap upaya pengurangan emisi karbon, peningkatan efisiensi energi, pelestarian lingkungan, serta kebijakan transisi energi Pertamina dan net zero emission di tahun 2060, pelaksanaannya dengan melibatkan pemnagku kepentingan seperti pemerintah daerah dan masyarakat,” jelas Andry.

Menurut Andry, karakteristik Pantai Sungai Lumpur sangat sesuai untuk tanaman jenis mangrove guna mencegah terjadinya abrasi, sekaligus karena mangrove dapat berfungsi sebagai paru-paru lingkungan yang mengurangi emisi karbon.

“Ke depan, area ini diharapkan dapat menjadi area konservasi Mangrove di Desa Bunyu Barat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Pulau Bunyu merupakan sebuah pulau yang memiliki risiko abrasi karena kuatnya gelombang laut. Wilayah pantainya juga berpotensi terkena dampak penggerusan daratan di pesisir yang pada akhirnya akan berdampak kepada warga.

Kepala Desa Bunyu Barat Suhadi, menyampaikan apresiasi kepada PEP Bunyu Field yang telah berperan dalam pelestarian lingkungan di wilayahnya. Dia berharap agar kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Program ini tepat sasaran karena wilayah daratan Pantai Sungai Lumpur seiring waktu mulai tergerus gelombang laut yang kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia Dony Indrawan menjelaskan, komitmen perusahaan untuk terus menjalankan program CSR yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kami terus mendukung langkah dan kebijakan PT Pertamina (persero) dan Subholding Upstream Pertamina untuk melakukan langkah-langkah dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals atau SDGs,” ujarnya.

“Program Mangrove Bestari ini selaras dengan SDGs Tujuan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; Tujuan 13 tentang penangangan perubahan iklim; dan Tujuan 14 tentang menjaga ekosistem laut,” paparnya melanjutkan.

PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field yang berada di bawah Subholding Upstream Regional 3 yang dinakhodai PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), dalam menjalankan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PEP Bunyu Field bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur dan Tanggap Bencana, guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

PHI berkantor pusat di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia di https://phi.pertamina.com.(rdk)

Read Previous

DPRD Bulungan Apresiasi Penyampaian LKPj Tepat Waktu

Read Next

DPRD Bulungan Dukung Pemkab Mempertahankan Opini WTP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular