• Senin, 17 Juni 2024

Indonesia Siap Produksi Bis Listrik Karya Anak Bangsa

Lensaku.ID – Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa Indonesia siap memproduksi bis listrik dengan kapasitas 1.200 per tahun. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier dalam acara Busworld Southeast Asia, Selasa (2/2/2021).

“Saat ini ada tiga industri yang siap berproduksi dengan kapasitas 1.200 per tahun, di antaranya PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang diinisiasi oleh Kepala KSP Moeldoko, PT INKA, dan PT Kendaraan Listrik Indonesia (KLI),” ujar Taufiek Bawazier seperti dilansir Suara.com dari Antara.

Menurut dia, kesiapan Indonesia memproduksi bis listrik itu seiring dengan perkembangan teknologi dan penguatan aspek lingkungan serta penurunan karbon.

“Itu menuntut kita beradaptasi untuk membangun produk dengan inovasi yang comply dengan perkembangan itu,” ucapnya.

Ia menyampaikan teknologi yang digunakan untuk bis elektrik juga telah ada dalam peta jalan yang disusun Kementerian Perindustrian.

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah juga mempersiapkan jaringan charger station untuk kendaraan listrik, pabrik baterai kendaraan listrik hingga penguatan infrastruktur kendaraan berbasis listrik .

“Semua sudah kita akomodasi teknologi yang berkembang, sudah ada di roadmap,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Taufik berharap, kontribusi industri bis nasional dapat terus meningkat terhadap ekonomi nasional mengingat potensi yang cukup besar.

“Dari sisi demografi, Indonesia berpenduduk 260 juta terdiri dari 34 provinsi, 451 kabupaten kota tentunya membutuhkan mobilitas kendaraan besar, seperti bus untuk kehidupan sehari-hari di samping kebutuhan sektor-sektor lain seperti pariwisata, pemerintahan, dan niaga,” ujarnya.

Dalam perspektif itu, lanjut dia, penguatan industri bis di tanah air perlu dilakukan dengan serius agar pasar di dalam negeri diisi oleh produksi anak bangsa kita sendiri.

Read Previous

DPKP Kaltara Fasilitasi Pembentukan Kelembagaan Ekonomi Petani

Read Next

Museum Geologi Bandung Buka Kunjungan Secara Virtual

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular