• Sabtu, 20 April 2024

BMKG : Beberapa Wilayah Kabupaten Berau Akan Diguyur Hujan Lebat Selama 3 Hari Ke Depan

BERAU, Lensaku – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait perkiraan cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa wilayah di Kalimantan Timur.

Berdasarkan informasi tersebut, selama 3 hari ke depan, dimulai 9 Desember 2021 hingga 11 Desember 2021 sebanyak 82 wilayah di Kalimantan Timur akan diguyur hujan lebat.

Dikatakan, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Kalimarau, Reygik Riskianera Himawan, untuk wilayah Kabupaten Berau yang berpotensi diguyur hujan lebat adalah wilayah Tanjung Redeb, Kelay, Tabalar, Pulau Derawan, dan Maratua.

“Wilayah tersebut berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, namun diperkirakan masih berdurasi singkat,” tutur Reygik.

Data dari BMKG Berau juga menunjukan, dalam interval tanggal tersebut untuk wilayah Pulau Derawan selama rentang 2 hari berturut-turut, yakni pada tanggal 09-10 Desember 2021 akan diguyur hujan lebat dan angin kencang. Kemudian, untuk wilayah Maratua diperkirakan mulai diguyur hujan lebat dan angin kencang pada tanggal 10 Desember 2021

Sedangkan, wilayah Tanjung Redeb, Kelay, dan Tabalar diperkirakan mengalami konstan diguyur hujan lebat serta kilat dan angin kencang selama 3 hari berturut-turut.

“Peringatan dini saja, bahwa ada potensi hujan lebat disertai petir serta angin kencang di wilayah Berau,” tambah Reygik.

Reygik juga menambahkan mengenai aktivitas masyarakat pada cuaca tersebut, dipastikan masih dalam keadaan aman. Namun, tetap diimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, terutama kepada warga yang beraktivitas untuk melaut.

“Untuk jadwal penerbangan masih dalam relatif aman karena cuaca masih belum terlalu ekstrem. Namun, tetap diimbau masyarakat untuk berwaspada, terutama di wilayah pesisir. Apabila di wilayahnya mulai terlihat tanda angin kecang atau awan mendung hujan, diimbau untuk menghentikan aktivitasnya dulu untuk melaut karena angin kencang dapat memicu timbulnya gelombang tinggi,” jelas Reygik. (Chr).

Read Previous

Wakil Bupati Berau Bersama Bupati Pekalongan Kunjungi Kampung Bena Baru

Read Next

Jalin Silaturahmi, PWI Berau Gelar Turnamen Futsal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular