• Jumat, 12 April 2024

Kapolda Kaltim : Antisipasi La Nina, Perlu Dilakukan Pemetaan Dini Pada Lokasi Titik Rawan

BERAU, Lensaku – Fenomena La Nina masih menghantui beberapa wilayah nusantara, salah satunya adalah Kalimantan Timur. Perubahan suhu akibat La Nina menyebabkan tingginya curah hujan dan terbentuknya awan konvektif.

Kapolda Kaltim, Irjen (Pol) Herry Rudolf Nadak, mengingatkan dampak La Nina yang menyebabkan tingginya curah hujan disertai perubahan suhu yang sangat tinggi menyebabkan timbulnya potensi bencana banjir dan longsor di wilayah Kalimantan Timur.

Saat ditemui oleh awak media pada kegiatan tatap muka bersama jajaran pejabat daerah beserta Forkopimda yang digelar di Hotel Bumi Segah, Jalan Pulau Sambit, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur pada Selasa (14/12/2021), Kapolda Kaltim mengatakan untuk siap siaga membantu menanggulangi bencana terdampak dari fenomena La Nina.

“Saya undang khusus pihak BMKG beberapa waktu lalu untuk menjelaskan situasi di Kaltim saat ini, dampak La Nina ini merupakan masalah serius yang harus kita antisipasi bersama,” tutur Kapolda Kaltim.

Kapolda Kaltim, dalam mengingatkan siaga La Nina di Kabupaten Berau ikut mengajak Kepala Daerah untuk mengantisipasi segala dampak fenomena alam tersebut dengan dilakukan pemetaan terhadap beberapa wilayah yang rawan berpotensi longsor dan banjir.

Dikatakan Kapolda, melalui pemetaan tersebut tentunya dapat mengantisipasi dampak bencana longsor dan banjir serta dapat menjadi peringatan dini untuk masyarakat.

“Saya sudah minta Kapolres, dan saya kira Pangdam juga sudah berbicara dengan Dandim bahwa kita harus bersiap diri untuk antisipasi, setidaknya kita sedia payung sebelum hujan,” tambah Kapolda Kaltim.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Thamrin, juga mengatakan wilayah yang rawan bencana banjir di Kabupaten Berau rata-rata berada di wilayah hulu. Namun, dirinya juga menambahkan bahwa wilayah pesisir dan kepulauan, tentunya juga bisa terkena dampak dari fenomena La Nina.

“Wilayah hulu di Berau yang menjadi langganan banjir itu, biasanya di Segah, Kelay, dan Teluk Bayur (khususnya Tumbit Dayak dan Tumbit Melayu). Sementara dampak La Nina, untuk wilayah pesisir ini juga ada, yakni angin kencang yang juga menyebabkan tingginya gelombang laut,” ujar Thamrin.

Lebih lanjut, pengaruh La Nina erat kaitannya dengan bencana Hidrometeorologi, sehingga perlu diantisipasi sedini mungkin. Pihak BPBD dalam hal ini turut mendukung dilakukannya pemetaan seperti arahan dari Kapolda Kaltim.

“Perlu dilakukan mengingat Berau juga merupakan wilayah dengan yang rawan longsor dan banjir,” tutup Thamrin.

Read Previous

Kapolda Kaltim Sampaikan Apresiasi Kepada Pemkab Berau Dalam Penanggulangan Covid-19

Read Next

Sapa Petani, Bupati Berau Serahkan Bantuan Dan Tinjau Peternakan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular