• Sabtu, 22 Juni 2024

Panic Buying, Minyak Goreng Subsidi Pemerintah Belum Merata

BERAU – LENSAKU, Minyak Goreng subsidi pemerintah seharga 14 Ribu belum terjual secara merata di swalayan maupun toko-toko sembako yang ada di Kabupaten Berau. Hal tersebut membuat masyarakat menyerbu ketoko ritel Alfamidi.

Terkait fenomena panic buying tersebut, Salim selaku Kepala Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menuturkan minyak goreng subsidi pemerintah tersebut akan merata pada bulan Februari mendatang hingga enam bulan kedepan.

“Minyak goreng subsidi akan tersedia pada februari mendatang. Untuk memastikan kami akan menggunakan instrumen subsidi yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa sawit,” Tuturnya pada Rabu (26/01).

Instrumen subsidi itu digunakan agar harga minyak goreng tidak naik secara terus menerus, sehingga pihaknya harus menggunakan cara meredam tersebut.

“Kalau tidak kami redam harga minyak akan melonjak secara terus menerus,” jelas salim.

Sementara itu, para penjual minyak goreng di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) sudah mengetahui tentang subsidi tersebut, namun masih menjual diharga 22 ribu perliternya.

“Kami sudah mengetahui tentang subsidi tersebut, namun harga modal kami yang belum bisa menjual dengan harga 14.000 tersebut,” ujar supriyatna (30).

Kendati demikian, subsidi minyak goreng tersebut hanya tersedia di ritel Alfamidi yang sudah ludes terjual dikarenakan panic buying tersebut.

“Kami membatasi perorang hanya boleh mengambil 2 baik kemasan 1 liter maupun 2 liter. Untuk saat ini minyak goreng subsidi tersebut sudah habis terjual,” Tandas Salah Satu karyawan Alfamidi yang enggan disebutkan namanya. (Dez)

Read Previous

Realisasikan Visi dan Misi, Bupati Serahkan 156 Laptop dan 4 Unit Mini Bus

Read Next

Ikuti Sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, Pemkab Berau Siap berikan Kemudahan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular