• Kamis, 30 Mei 2024

Jalan Rusak : Begini Penjelasan Kadis PUPR Terkait Jalan Penghubung Tabalar Muara – Tubaan Yang Rusak

BERAU, LENSAKU – Jalan yang menjadi penghubung antara Kampung Tabalar Muara dengan Kampung Tubaan kondisinya rusak parah di beberapa titik, padahal jalan yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabuoaten Berau tersebut baru selesai pada tahun lalu.

Dijelaskan Kepala Dinas PUPR Berau, Taupan Madjid, bahwa jalan penghubung antar kampung tersebut masuk dalam Multi Years Contract (MYC) dua tahun anggaran dengan anggaran kurang lebih 40 miliar.

Dituturkan Taupan, anggaran itu dikhususkan kepada pembukaan jalan dan pengaspalan yang jaraknya 300 meter. Lalu jalan yang terkelupas parah tersebut masih dalam proses pemeliharaan.

“Kami memang tahu kondisi jalan baru saat ini rusak parah, tetapi itu masih dalam proses pemeliharaan,” ungkapnya, Senin (21/3).

Lebih lanjut, jalan penghubung yang dibangun tersebut, diterangkan Taupan merupakan jalan pemendek jarak atau mempersingkat waktu. Dikatakannya, untuk sampai ke Kampung Tabalar Muara hanya memakan waktu 10 menit.

Perlu diketahui, jalan baru yang rusak di beberapa titik tersebut rusak dikarenakan dilalui oleh truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO). Kontraktor yang berada disekitar jalan tersebut diduga sudah lelah untuk melakukan pemeliharaan.

“Nanti kemungkinan jalan itu akan dipasang portal, supaya truk – truk pengangkut CPO tidak bisa melewati jalan tersebut dan hanya bisa dilalui mobil kecil saja,” tuturnya.

Jalan tembus yang dibuat DPUPR tersebut memangkas jarak sekitar 23 Kilometer, karena jika melalui jalur yang lama sejauh 35 Km dan pada saat dilakukan pemangkasan jalan hanya perlu menempuh jarak sekitar 12 Km.

“Pemangkasan itu guna mempersingkat waktu, karena sebelumnya kalau lewat jalur lama jaraknya sejauh 35 Km. Sekarang hanya 12 Km saja. Saya yakin jika jalan tersebut sudah selesai sempurna, ke Kampung Biduk – Biduk hanya 3 jam saja,” ujarnya.

Terakhir, Taupan Madjid mengatakan pengaspalan jalan akan kembali dianggarkan dengan satu Kilometernya sebesar 5 Miliar.

“Kami akan kembali melakukan penganggaran untuk jalan tersebut. Satu Kilometernya dianggarkan 5 miliar. Jika dikalikan 12 Km maka estimasi anggaran sebesar 60 Miliar,” tutupnya. (Dez)

Read Previous

Team Tour Berau Gelar MTB XC Open Race 2022 Kaltimtara

Read Next

Kakam Buyung – Buyung Harapkan Kontribusi Disbudpar Dalam Pengembangan Wisata Mangrove

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular