• Kamis, 20 Juni 2024

Beberapa Siswa Masih Belajar Secara Daring, Jika Sudah Berstatus Zona Hijau PTM Diberlakukan

BERAU, LENSAKU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau kembali menyatakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, PTM tersebut dilakukan secara terbatas di setiap sekolah apabila wilayahnya sudah berstatus zona hijau.

Suprapto selaku Sekretaris Disdik Berau mengungkapkan, keputus itu sesuai dengan Surat Edaran 060 / 2022 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pandemi Covid-19 di Kabupaten Berau.

“Saat ini kami sedang menunggu keputusan yang baru dari pusat. Nanti setelah pertemuan kami tetap berpatokan ke SE Disdik dari Bupati yang keluar pada Bulan Februari lalu. Terkait teknis pembelajarannya, tergantung status zona wilayahnya,” ungkap Suprapto, Senin (18/4).

Ia mengaku, saat ini Disdik masih memantau penyebaran kasus Covid-19 di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Berau. Terkhusus kepada zona wilayah yang masih memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Suprapto juga menjelaskan, jika wilayah 4 Kecamatan perkotaan seperti Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur sudah berstatus zona hijau, maka PTM dapat diterapkan 100 persen.

“100 persen bukan berarti serentak ya, Tetap kami bagi dalam dua shift, dengan kapasitas kelas untuk 50 persen. Tetapi, untuk PJJ sudah tidak akan kami terapkan,” jelasnya.

Saat ini, untuk beberapa sekolah seperti tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sistem pembelajarannya masih PJJ atau Dalam Jaringan (Daring). Perlu diketahui, di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb masih menerapkan pembelajaran via online tersebut.

“Pembelajaran via daring itu dikarenakan status wilayahnya zona kuning. Jika kita melihat SK Bupati, wilayah itu sebagiannya menerapkan sistem tatap muka dan sebagiannya lagi via online,” terangnya.

Terakhir, untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), pembelajaran secara offline dibatasi. Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Cabang Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Juanita Sari.

“Untuk SMA tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tetapi, harus dibatasi dengan kapasitas kelas 50 persen,” tutupnya. (Dez)

Read Previous

Tepati Janji, Bupati Bersama Dispora Berau Bagikan Bonus Atlet Dan Pelatih Pada PON XX Papua

Read Next

Pencairan THR Bagi ASN, BPKAD Berau Masih Menunggu Regulasi Pusat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular