Lima Obat Sirop Dilarang Edar, Dinkes Bulungan Lakukan Langkah Mitigasi

Vinkmag ad

BULUNGAN, Lensaku.id –  Sejak Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) merilis lima obat Sirop yang di tarik dari peredaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, melakukulan mitigasi terhadap lima jenis obat sirop tersebut.

Kelima obat sirop yang dilarang edar oleh BPOM karena ditemukan memiliki kandungan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi batas aman.

Untuk diketahui hingga saat ini kasus Gagal Ginjal Akut (GGA) sudah menjadi perhatian serius oleh pemerintah khususnya Kementrian Kesehatan RI, apalagi secara nasional maupun di tingkat daerah sudah banyak kasus GGA yang menyerang anak – anak.

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono menyampaikan telah melakukan imbauan,terhadap fasilitas kesehatan. Isi imbauan tersebut,kepada tenaga medis disarankan untuk tidak meresep obat sirop untuk sementara waktu,sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pusat.

“Jadi,silahkan dicarkan alternatif lain,contohnya bisa buyer atau sejenisnya. Itu dilakukan dalam waktu yang belum bisa ditentukan karena masih menunggu rilis yang dikeluarkan oleh Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI,” ujarnya, hari ini.

BPOM menyatakan telah melakukan sampling terhadap 39 bets dari 26 obat sirup yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG. Hasilnya, terdapat 5 merk yang disebut memiliki kandungan EG dan DEG melampaui ambang batas aman. BPOM memerintahkan kepada pihak produsen untuk menarik peredaran obat tersebut.

Imam menyebutkan, ke-lima jenis sirop yang sementara dilarang edar diantaranya, Termorex SirupSirup, Flurin DMP Sirup obat batuk dan flu, unibebi Cough Sirup obat batuk dan fluflu, Unibebi Demam Sirup, Unibebi Demam Drops. (Rdk).

Read Previous

HUT Ke-58 Biatan Lempake, Pemkab Berau Hibahkan Lapangan Sepak Bola

Read Next

Bupati Syarwani Berencana hadirkan manteri Pariwisata, Sandiaga Uno Ke Bulungan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *